Friday, April 1, 2011

memories in the rain

Kalau aku hujan, apa aku bisa terhubung dengan hati seseorang
seperti langit dan bumi
yang terhubung tanpa pernah menyatu

"entah sejak kapan senyumnya hilang..
Pertama aku bertemu dia waktu kelas 4 SD di dojo tempatku latihan
Rambutnya begitu mencolok
Gandengan degan ibunya yang begitu cantik
Dia datang sambil senyum-senyum, rapuh, suka senyum-senyum dan lemah sekali.
Benar-benar lemah. nangis kalau kalah.
...
Tapi, walaupun nangis, begitu lihat wajah ibu yang menjemputnya..
Dia langsung senyum-senyum.
Aku benci sekali itu.
'cowok sudah kalah jangan senyum-senyum, dong!' begitu pikirku.
...
Tapi ibunya meninggal."
- Tatsuki Arisawa


Ibunya meninggal.


"Kenapa.. bisa tertawa..?
Kenapa tidak ada yang menyalahkan aku..!?aku tidak bisa apa-apa waktu ibu meninggal, juga sekarang pun,
kenapa tidak ada yang menyalahkanku?
Ini terasa berat!padahal bisa lebih lega kalau mau menyalahkanku!
Kenapa...?"


"Kenapa harus menyalahkanmu?"


"... ha?"


"Kalau menyalahkanmu karena kematian Masaki..
aku bisa dimarahi Masaki.
Bukan salah siapa-siapa kalau Masaki meninggal.
Hanya saja...
Perempuan yang kucintai itu perempuan yang meninggal karena melindungi anaknya.
... dan jangan lupa.


Kamu laki-laki yang dilindungi dengan taruhan nyawa...
Oleh perempuan yang kucintai.
...
hiduplah sekuat tenaga, Ichigo.

hidup dan jadi tua sekuat tenaga, jadi botak sekuat tenaga.
dan mati setelah aku. Lalu...
Kalau bisa matilah dengan tersenyum.
Kalau tidak... Aku tidak punya muka bertemu dengan Masaki.
Jangan menanggung sesuatu yang keren seperti kesedihan.
Kamu masih terlalu muda."

"Aku akan jadi kuat! dan mengalahkannya!
Kalau tidak...
Aku tidak punya muka untuk ketemu ibu!"


Bleach3 - Memories in the rain

No comments:

Post a Comment

comment?